Sisi Gelap Psikologi Trading (Yang Hanya Diketahui Fund Manager)
Buku psikologi trading mana pun akan menyuruh Anda untuk "trading tanpa emosi". Sebagai seorang mantan personal equity dan fund managing yang telah aktif selama 15 tahun lebih, izinkan saya membantah dogma tersebut: Anda tidak akan pernah bisa menghilangkan emosi.
Tekanan psikologis ketika uang Anda berkurang itu berat. Namun tahukah Anda apa yang lebih berat? Melihat portofolio merah ketika uang tersebut adalah tabungan pensiun klien Anda.
Dari beban mental institusional tersebut, saya belajar beberapa hal krusial yang kini menjadi kurikulum dasar di Chance UP:
- Kerugian adalah Biaya Operasional Sama seperti restoran yang harus membayar tagihan listrik, seorang trader harus "membayar" biaya kerugian (cut loss) kepada pasar untuk bisa terus berbisnis. Saat Anda menerimanya sebagai biaya operasional, rasa sakit dan dendam kepada pasar (revenge trading) akan hilang.
- Arogansi Pembawa Kehancuran Kehancuran terbesar seorang trader jarang terjadi saat mereka sedang merugi. Ia terjadi tepat setelah mereka menang beruntun. Rasa "sok pintar" (arrogance) membuat mereka menaikkan ukuran lot di luar batas sistem. Pasar selalu punya cara untuk menghukum mereka yang sombong.
- Bangun Protokol Keputusan Satu-satunya cara mengendalikan emosi adalah dengan memiliki protokol. Di Chance UP, murid-murid saya dilarang menekan tombol buy sebelum mereka menuliskan tiga hal: di mana titik loss, di mana titik profit, dan berapa persen modal yang siap dikorbankan.
